Sabtu, 19 Oktober 2013

Sisi Negatif Kafein

MakanGizi.com - Kafein merupakan nama senyawa kimia yang begitu popular, terutama kaitannya dengan jenis minuman yang sangat nikmat yaitu kopi. Namun ternyata kafein tidak hanya terkandung dalam kopi, tetapi juga dalam cokelat, teh dan cola. Berdasarkan catatan Mayo Foundation for Medical Education and Research, tingkat konsumsi aman untuk kafein ialah antara 200 – 300 mg per hari, artinya dalam kisaran tersebut tidak menimbulkan efek negative bagi kebanyakan orang. Jumlah kafein tersebut setara dangan dua sampai empat cangkir kopi per hari.

Dijelaskan pula bahwa kafein memiliki kemampuan merangsang saraf pusat. Efek positif dari kafein yang sudah sangat terkenal ialah meminimalisir tingkat kelelahan, tak heran jika bercangkir-cangkir kopi sering dijadikan teman untuk begadang atau kerja lembur. Efek negatif kafein searing dirasakan ketika seorang penikmat kopi  mencoba berhenti untuk minum kopi.  

Pengaruh kafein bervariasi terhadap setiap orang, ada yang sangat sensitif, cukup sensitif ada juga yang tidak sensitif. Orang yang sangat sensitif terhadap kafein akan mengalami efek negatif meskipun hanya meminum seteguk kopi. Efek negatif tersebut bisa berupa cemas, gelisah, mudah marah dan sulit tidur. Orang yang tidak terbiasa minum kopi akan cepat mersakan efek negatif kafein jika sewaktu-waktu meminum kopi.

Hasil penelitian dilakukan oleh Johns Hopkins Medicine tahun 2004 menunjukkan,  bahwa semakin tinggi asupan kafein, semakin besar kemungkinan menderita efek samping negatif yang terkait dengan gejala penarikan setelah menghentikan penggunaan kafein. Dijelaskan bahwa  efek samping negatif dari kafein sering bisa dilihat dalam lima kelompok gejala penarikan umum, yaitu  sakit kepala; mengantuk atau kelelahan; depresi dan mudah tersinggung; kesulitan berkonsentrasi; serta gejala mirip flu seperti muntah, mual dan nyeri otot atau kekakuan .

Sakit kepala mungkin adalah gejala yang paling terkenal dari kafein.  Berdasarkan catatan Mayo Clinic, blok reseptor kafein dalam otak memiliki kemampuan melebarkan pembuluh darah. Untuk sebagian orang hal itu menyebabkan sakit kepala. Gejala sakit kepala dapat berlangsung selama seminggu.

Menurut Michael Kuhar, kepala divisi ilmu saraf di Yerkes National Primate Research Center di Emory University di Atlanta, Georgia (dalam sebuah artikel yang diterbitkan CNN. April 2009), bahwa  efek negative kafein melalui gejala penarikan dapat berlangsung dalam kurun 12 sampai 20 jam setelah secangkir kopi terakhir diminum, puncaknya sekitar dua hari kemudian, dan mereda dalam seminggu.  

Sederhananya,  upaya penghentian kebiasaan minum kopi akan menimbulkan gejala penarikan kafein dari metabolism tubuh. Secara bertahap kadar kafein dalam tubuh akan semakin berkurang untuk selanjutnya menuju titik nol. Namun gejala penarikan ini cenderung menimbulkan efek samping berupa ketidak-stabilan dan ketidak-nyamanan kondisi tubuh.  

Menurut Mayo Foundation for Medical Education and Research, bahwa  gejala penarikan kafein biasanya hilang setelah beberapa hari.  Secara bertahap menurunkan kadar kafein dalam tubuh dapat membantu untuk mengurangi gejala penarikan.  Gejala penarikan sangat terasa jika penurunan konsumsi kafein dilakukan secara mendadak.

Dalam hal ini Roland Griffiths, Ph.D.,  seorang profesor psikiatri dan ilmu saraf di Johns Hopkins, menyatakan bahwa  dirinya telah mengajarkan metode sistematis bertahap mengurangi konsumsi kafein dari waktu ke waktu dengan menggantikan produk tanpa kafein atau non-kafein.

Bisa juga dengan mengurangi takaran kopi dalam satu cangkir secara bertahap, mulai dari dua sendok, satu sendok, setengah sendok, dan sebagainya. Dengan kata lain, upaya penghentian kebiasaan minum kopi disarankan tidak dilakukan secara mendadak, supaya efek samping dari gejala penarikan kafein dari dalam tubuh tidak terlampau buruk. Bisa juga dengan perlahan-lahan mulai mengkonsumsi kopi bebas kafein.

Begitu pula untuk kebiasaan minum teh yang ternyata juga mengandung kafein, dapat dikurangi kadarnya secara perlahan. Sebagai contoh, jika menggunakan teh celup maka pencelupan kantongnya ke dalam cangkir cukup sebentar saja. Sebab makin lama kantong teh celup dalam cangkir, berate kadar kafein yang terlarut semakin tinggi.  Bisa juga dengan menggantikan jenis teh menjadi teh herbal yang benar-benar bebas kafein. (Atep Afia/Sumber : www.caffeineheadache)

Sumber Gambar:
http://drozgarciniacambogiaextract.com/does-garcinia-cambogia-contain-caffeine-important-facts-revealed

Tidak ada komentar:

Posting Komentar