MakanGizi.com - Jangan
sepelekan kondisi dan keberadaan ginjal Anda. Ya, fungsi sepasang organ yang
satu ini begitu penting, antara lain membuang sisa-sisa metabolisme dan
kelebihan cairan tubuh.
Bagaimanapun asupan nutrisi selalu tidak seimbang dengan apa yang diperlukan tubuh, seringkali zat tertentu berlebih atau kekurangan. Pada dasarnya tubuh membutuhkan makanan dan minuman untuk menghasilkan energi, dalam hal ini ada perubahan materi (makanan, minuman, pangan atau gizi) menjadi bahan penyusun tubuh serta energi. Selain itu terdapat produk sisa metabolisme yang harus dibuang, baik dalam bentuk padatan atau cairan.
Bagaimanapun asupan nutrisi selalu tidak seimbang dengan apa yang diperlukan tubuh, seringkali zat tertentu berlebih atau kekurangan. Pada dasarnya tubuh membutuhkan makanan dan minuman untuk menghasilkan energi, dalam hal ini ada perubahan materi (makanan, minuman, pangan atau gizi) menjadi bahan penyusun tubuh serta energi. Selain itu terdapat produk sisa metabolisme yang harus dibuang, baik dalam bentuk padatan atau cairan.
Setiap hari ginjal bekerja keras, terutama
menyaring sekitar 200 liter, sekitar 2 liter di antaranya merupakan kelebihan
cairan dan sisa metabolisme dalam bentuk
urin. Selanjutnya urin dikumpulkan kedalam kandung kemih dan akhirnya dibuang
keluar dari tubuh kita.
Bagaimana gambaran tentang ginjal, khusunya
yang dalam kondisi normal memiliki panjang sekitar 11 cm, lebar 6 cm, ketebalan
sekitar 2.5 cm. Dalam hal ini beratnya mencapai 150 gram. Seapsang ginjal
posisinya tidak sejajar, ternyata yang sebelah kanan lebih rendah dari ginjal sebelah kiri. Lantas
di mana posisi ginjal dalam tubuh? Ternyata terletak di punggung sebelah belakang, sedikit
di atas pinggang. Organ ginjal merupakan bagian dari sistem urin (saluran
kencing). Sebagaimana diketahui, selain system urin dalam tubuh kita terdapat
beberapa system lainnya, seperti system kardiovaskuler, system saraf, system pernafasan,
dan sebagainya.
Kondisi tubuh dengan sepasang ginjal yang
sehat tentu sangat ideal, namun jika salah satu rusak, maka akan tertumpu pada
satu ginjal. Jika kedua ginjal sudah mengalami disfungsi maka kehidupan
seseorang menjadi terancam.
Yayasan Ginjal Diatrans Indonesia (YGDI)
atau The Indonesia Diatrans Kidney Foundation melalui situs http://www.ygdi.org/index.php,
berupaya memberikan pembelajaran bagi masyarakat, dengan cara menyajikan
beragam informasi mengenai ginjal. Menurut situs tersebut, YGDI didirikan pada tahun 1983 oleh para penderita gagal
ginjal yang tergabung dalam Perhimpunan Pasien Dialisa dan Transplantasi
Indonesia (PERDIATRIN). Ketuanya adalah Marsekal Madya Moeljo Pramono (Alm).
Para perintis tersebut terpanggil untuk membentuk wadah yang dapat memperjuangkan nasib
penderita gagal ginjal. Tujuan pendirian YDGI yaitu untuk membantu meringankan
beban para penderita gagal ginjal, meningkatkan kualitas hidup serta membantu
Pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat. Begitu mulia apa yang mereka
lakukan, dan manfaatnya sangat dirasakan oleh para penderita gagal ginjal.
Situs YDGI tampilannya
cukup menarik dan interaktif, antara lain dilengkapi katagori atau menu: About
Diatrans (Visi dan Misi, Sejarah, dan sebagainya); What We Do (Hemodialysis
Treatment atau Terapi Pengganti Ginjal, Our Dialysis Center, dan Holistic
Approach); Kidney Info (Bagaimana Ginjal Bekerja, Gagal Ginjal Kronik,
Dialisis, Transplantasi, Diabetes, dan Hipertensi); Patient Info (Publikasi,
Tips, Info untuk Pendamping, Penyedia Layanan Dialisis Di Indonesia, Pedoman Nutrisi,
Kumpulan Artikel/Video, Daftar Rumah Sakit, Info Gakin/Jamkesmas, Info Seputar
Transplantasi, dan Link Seputar Ginjal); Help Us Help Others; dan News &
Event.
Dalam hal ini
YDGI sendiri mengelola Dialisis Center Jatiwaringin dan Rawa Bambu. Sedangkan
untuk tempat-tempat pelayanan dialysis seluruh kota di Indonesia Klik Di Sini.
Sebagai gambaran tarif sekali tindakan hemodialisa berkisar antara Rp.
425.000,- sampai 1.200.000,- , tergantung rumah sakitnya. Ada yang menerima
Askes, Jamkesmas, Gakin/SKTM, ada juga yang tidak. Sangat mahal memang,
bagaimana kalau tindakan hemodialisanya 2 kali seminggu atau delapan kali
sebulan ? Untuk pasien yang kurang mampu ada informasi mengenai Jamkesmas dan
Gakin (Klik Di
Sini). Sedangkan panduan nutrisi untuk penderita gagal ginjal Klik Di Sini. Dari
laman tersebut diketahui bahwa belimbing merupakan buah terlarang bagi
penderita gagal ginjal informasi
lengkap di sini.
Situs YDGI sangat menarik, dilengkapi dengan:
Diatrans Forum (forum informasi dan komunikasi antar pasien, perawat dan
dokter); Apakah Anda Berisiko, ternyata
penurunan fungsi ginjal bisa mencapai 90 persen, tanpa gejala apapun terlebih
dahulu. Kelompok orang yang bersiko lebih tinggi terhadap gagal ginjal kronim
ialah penderita diabetes, penderita
hipertensi, mempunyai riwayat keluarga penderita gagal ginjal kronis, dan berusia
50 tahun ke atas. Informasi lengkap
di sini.
Salah satu menu penting dalam situs
YDGI ialah bagaimana menghitung fungsi ginjal berdasarkan Glomerular Filtration Rate (GFR) atau
dikenal dengan GFR Calculator, yaitu estimasi tingkat kreatinin yang ada dalam
darah. Cara
lengkap di sini. Menu berikutnya ialah Menghitung Status Gizi dengan
masukan tinggi badan (cm) dan berat badan (kg), kemudian akan diketahui Indeks
Massa Tubuh (IMT) berikut status gizinya, lebih, cukup atau kurang. Ingin
menghitung status gizi Anda ? Ya di sini.
Menu
lain yang juga begitu penting ialah Buletin Informasi Kesehatan Ginjal Edisi
Online (terbit dwi bulanan). Contohnya Edisi
Oktober – Novemmber 2012, berisi artikel mengenai Sudut Gizi : Diet Sehat
dan Resep Makanan untuk Si Diabet dan Gagal Ginjal; Sudut Psikologi : Lawan
Penyakit dengan Pikiran Positif; Cerita Pasien dan Sebagainya. Sedangkan topic yang
diangkat ialah Diabetes dan Hemodialisis, Bagaimana Mengontrolnya.
Bagaimanapun
lebih baik mencegah daipada mengobati. Mencegah hinggapnya suatu penyakit
adalah jauh lebih murah daripadi mengobati suatu penyakit. Yuk lindungi
keberadaan ginjal kita dengan menerapkan pola hidup sehat. (Atep Afia - MG 0113 – 012/Sumber : www.ydgi.org)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar