Minggu, 13 Januari 2013

Perbanyak Konsumsi Serat

MakanGizi.com - Serat (fiber) memberikan begitu banyak manfaat untuk kesehatan kita. Para ahli kesehatan umumnya menyarankan supaya kita banyak mengkonsumsi serat.


Lantas seberapa pentingkah fungsi serat dalam beragam metabolism tubuh atau kesehatan kita ?

Sumber makanan yang mengandung serat sebanarnya berlimpah, mulai dari buah-buahan, biji-bijian, sayuran dan kacang-kacangan. Jika Anda menderita sembelit (susah buang air besar atau BAB), perbanyaklah mengkonsumsi serat, maka masalah tersebut segera teratasi. Selain itu makanan kaya serat juga berfungsi dalam menjaga berat badan yang ideal, serta menurunkan risiko diabetes mellitus (DM) dan penyakit jantung.

Sebaiknya dalam setiap menu makanan Anda, lengkapilah dengan makanan berserat, termasuk dalam makanan ringan atau cemilan. Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan serat makanan tersebut ?


Sebenarnya yang dimaksud dengan serat ialah semua bagian dari makanan nabati, yang keberadaannya dalam sistem pencernaan tubuh tidak dapat dicerna dan diserap. Ya, serat berbeda dengan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral yang segera dicerna dan diserap tubuh.
Namun perjalanan serat dalam system perncernaan bersamaan dengan komponen bahan pangan lainnya, namun keluar dari tubuh dalam kondisi yang relative utuh. Tidak seperti “teman-temannya” yang terdekomposisi menjadi bentuk senyawa lain.

Secara garis besar terdapat dua macam serat, yaitu yang larut dan tidak larut dalam air. Serat yang larut dalam air (soluble fiber) akan membentuk bahan semacam gel. Fungsi gel serat tersebut antara lain dapat menurunkan kadar glukosa dan kolesterol darah. Serat jenis ini (yang larut dalam air) terdapa dalam gandum, kacang polong, apel, jeruk, wortel, barley dan psyllium.

Serat yang tidak larut dalam air (insoluble fiber). Serat jenis ini lebih bermanfaat untuk meredakan gejala konstipasi atau buang ang besar yang tidak teratur. Serat jenis ini terdapat dalam tepung terigu, tepung gandung, kacang-kacangan (nuts, beans, green beans), kembang kol dan kentang.

Ada juga sumber pangan yang mengandung kedua jenis serat tersebut (contoh oatmeal, benas) dengan komposisi yang bervariasi.

Dengan demikian sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi bahan pangan kaya serat. Hal itu akan memberikan beragam manfaat seperti :

Menormalkan buang air besar, dengan sendirinya bobot dan ukuran tinja akan meningkat, dengan proses pengeluaran yang lebih muda. Sembelit pun menjadi terhindarkan. Serat bersifat menyerap air, sehingga berat jenis tinja meningkat (lebih massif).

Turut menjaga kesehatan usus. Pola makan (diet) kaya serat dapat menurunkan risiko terkena wasir dan penyakit diverticular di usus. Jenis serat tertentu ternyata mengalami fermentasi dalam usus, menurut para peneliti hal ini sangat berperan dalam mencegah terjadinya penyakit usus besar.

Serat berkiprah dalam penurunan kadar kolesterol, terutama jenis serat yang larut dalam air (seperti yang terkandung dalam kacang-kacangan, gandung) dapat membantu menurunkan kadar kolesterol “jahat” (Low Density Lipoprotein – LDL).  Serat jenis ini juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung, terutama dalam menurunkan tekanan darah dan peradangan.

Serat berperan dalam mengendalikan kadar gula darah. Bagi penderita diabetes, serat yang larut dalam air dapat memperlambat penyerapan gula darah sekaligus membantu peningkatan kadar gula darah. Pola makan dengan banyak mengkonsumsi serat larut dalam air, ternyata dapat mengurangi risiko terkena Diabetes tipe 2.

Pola makan dengan banyak mengkonsumsi serat juga sangat membantu dalam upaya pencapaian berat badan yang ideal. Kenapa demikian, hal itu karena jenis makanan tinggi serat memerlukan waktu kunyah yang lebih lama. Dengan sendirinya dapat menahan lapar lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan lebih banyak. Di sisi lainnya makanan kaya serat ternyata akan tersimpan lebih dalam dalam lambung, sehingga perasaan kenyang cenderung bertahan. Masih ada lagi, makanan berserat ternyata relative lebih rendah kalori.

Masih ada manfaat serat lainnya, yaitu dapat mencegah kanker kolorektal.

Lantas, berapa banyak serat yang dibutuhkan ? Dalam hal ini The Institute of Medicine (Amerika Serikat) memberikan rekomendasi. Untuk konsumsi harian, bagi pria dewasa  yang berusia 50 tahun atau kurang, sebanyak 38 gram. Bagi wanita dewasa berusia 50 tahun atau kurang, sebanyak 25 gram. Sedangkan bagi pria 51 tahun ke atas sebanyak 30 gram, dan bagi wanita 51 tahun ke atas sebanyak 21 gram. Tunggu apalagi, yuk perbanyak mengkonsumsi serat setiap hari. (Atep Afia - MG 0113 - 004/Sumber : mayoclinic.com)

Sumber Gambar :
http://umwbullet.com/2012/04/25/facsap-approaching-harvest-season/
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar