MakanGizi.com - Serat (fiber) memberikan begitu banyak manfaat untuk
kesehatan kita. Para ahli kesehatan umumnya menyarankan supaya kita banyak
mengkonsumsi serat.
Lantas seberapa pentingkah fungsi serat dalam beragam metabolism tubuh atau kesehatan kita ?
Lantas seberapa pentingkah fungsi serat dalam beragam metabolism tubuh atau kesehatan kita ?
Sumber makanan yang mengandung serat sebanarnya berlimpah,
mulai dari buah-buahan, biji-bijian, sayuran dan kacang-kacangan. Jika Anda
menderita sembelit (susah buang air besar atau BAB), perbanyaklah mengkonsumsi
serat, maka masalah tersebut segera teratasi. Selain itu makanan kaya serat
juga berfungsi dalam menjaga berat badan yang ideal, serta menurunkan risiko
diabetes mellitus (DM) dan penyakit jantung.
Sebaiknya dalam setiap menu makanan Anda, lengkapilah dengan
makanan berserat, termasuk dalam makanan ringan atau cemilan. Lantas,
sebenarnya apa yang dimaksud dengan serat makanan tersebut ?
Sebenarnya yang dimaksud dengan serat ialah semua bagian
dari makanan nabati, yang keberadaannya dalam sistem pencernaan tubuh tidak
dapat dicerna dan diserap. Ya, serat berbeda dengan karbohidrat, lemak,
protein, vitamin dan mineral yang segera dicerna dan diserap tubuh.
Namun perjalanan serat dalam system perncernaan bersamaan
dengan komponen bahan pangan lainnya, namun keluar dari tubuh dalam kondisi yang
relative utuh. Tidak seperti “teman-temannya” yang terdekomposisi menjadi
bentuk senyawa lain.
Secara garis besar terdapat dua macam serat, yaitu yang
larut dan tidak larut dalam air. Serat yang larut dalam air (soluble fiber) akan
membentuk bahan semacam gel. Fungsi gel serat tersebut antara lain dapat
menurunkan kadar glukosa dan kolesterol darah. Serat jenis ini (yang larut
dalam air) terdapa dalam gandum, kacang polong, apel, jeruk, wortel, barley dan
psyllium.
Serat yang tidak larut dalam air (insoluble fiber). Serat
jenis ini lebih bermanfaat untuk meredakan gejala konstipasi atau buang ang
besar yang tidak teratur. Serat jenis ini terdapat dalam tepung terigu, tepung
gandung, kacang-kacangan (nuts, beans, green beans), kembang kol dan kentang.
Ada juga sumber pangan yang mengandung kedua jenis serat
tersebut (contoh oatmeal, benas) dengan komposisi yang bervariasi.
Dengan demikian sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi bahan
pangan kaya serat. Hal itu akan memberikan beragam manfaat seperti :
Menormalkan buang air besar, dengan sendirinya bobot dan
ukuran tinja akan meningkat, dengan proses pengeluaran yang lebih muda.
Sembelit pun menjadi terhindarkan. Serat bersifat menyerap air, sehingga berat
jenis tinja meningkat (lebih massif).
Turut menjaga kesehatan usus. Pola makan (diet) kaya serat
dapat menurunkan risiko terkena wasir dan penyakit diverticular di usus. Jenis
serat tertentu ternyata mengalami fermentasi dalam usus, menurut para peneliti
hal ini sangat berperan dalam mencegah terjadinya penyakit usus besar.
Serat berkiprah dalam penurunan kadar kolesterol, terutama
jenis serat yang larut dalam air (seperti yang terkandung dalam
kacang-kacangan, gandung) dapat membantu menurunkan kadar kolesterol “jahat”
(Low Density Lipoprotein – LDL). Serat
jenis ini juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung, terutama dalam
menurunkan tekanan darah dan peradangan.
Serat berperan dalam mengendalikan kadar gula darah. Bagi
penderita diabetes, serat yang larut dalam air dapat memperlambat penyerapan
gula darah sekaligus membantu peningkatan kadar gula darah. Pola makan dengan banyak
mengkonsumsi serat larut dalam air, ternyata dapat mengurangi risiko terkena
Diabetes tipe 2.
Pola makan dengan banyak mengkonsumsi serat juga sangat
membantu dalam upaya pencapaian berat badan yang ideal. Kenapa demikian, hal
itu karena jenis makanan tinggi serat memerlukan waktu kunyah yang lebih lama.
Dengan sendirinya dapat menahan lapar lebih lama dan mengurangi keinginan untuk
makan lebih banyak. Di sisi lainnya makanan kaya serat ternyata akan tersimpan
lebih dalam dalam lambung, sehingga perasaan kenyang cenderung bertahan. Masih
ada lagi, makanan berserat ternyata relative lebih rendah kalori.
Masih ada manfaat serat lainnya, yaitu dapat mencegah kanker
kolorektal.
Lantas, berapa banyak serat yang dibutuhkan ? Dalam hal ini The
Institute of Medicine (Amerika Serikat) memberikan rekomendasi. Untuk konsumsi
harian, bagi pria dewasa yang berusia 50
tahun atau kurang, sebanyak 38 gram. Bagi wanita dewasa berusia 50 tahun atau
kurang, sebanyak 25 gram. Sedangkan bagi pria 51 tahun ke atas sebanyak 30
gram, dan bagi wanita 51 tahun ke atas sebanyak 21 gram. Tunggu apalagi, yuk perbanyak mengkonsumsi serat setiap hari. (Atep Afia - MG 0113 - 004/Sumber : mayoclinic.com)
Sumber Gambar :
http://umwbullet.com/2012/04/25/facsap-approaching-harvest-season/
Sumber Gambar :
http://umwbullet.com/2012/04/25/facsap-approaching-harvest-season/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar