Rabu, 23 Januari 2013

Gizi untuk Penderita Diabetes Mellitus

Judul : Peranan Gizi dalam Diebetes Mellitus
Jenis Publikasi :  Artikel Online
Penerbit : USU

MakanGizi.com - Penyakit diabetes mellitus (DM) atau kencing manis bisa menimpa siapa saja. DM mendapat julukan keren “the great imitator”, karena dampaknya bisa mampir pada semua bagian tubuh dan efeknya menyebabkan bermacam-macam keluhan.

Dalam artikelnya yang berjudul “Pernanan Gizi dalam Diabetes Mellitus”, Drh Iswani M.Kes dari Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, Medan, menjelaskan bahwa DM dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang menjadi lebih banyak, buang air kecil ataupun berat badan yang menurun. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, sampai kemudian orang tersebut pergi kedokter dan diperiksa kadar glukosa darahnya.

Diungkapkan pula bahwa gejala-gejala pada DM merupakan akibat dari adanya ketidak seimbangan dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak dengan produksi ataupun fungsi horman insulin. Ternyata DM adalah suatu sindrom klinik yang terdiri dari peningkatan kadar gula darah, ekkresi gula melalui air seni dan gangguan mekanisme kerja hormon insulin. Kelainan tersebut timbul secara bertahap dan bersifat menahun.

Hiswani membagi artikelnya menjadi delapan bagian, yaitu : Pendahuluan; Peranan Gizi pada IDDM (Insulin-Dependent Diabetes Mellitus); Peranan Gizi pada NIDDM (Non Insulin-Dependent Diabetes Mellitus); Peranan Gizi pada Tropical Diabettes; Metabolisme Zat Gizi pada Diabetes Mellitus; Kebutuhan Gizi pada Penderita Diabetes Mellitus (Protein, Total Lemak, Lemak Jenuh dan Kolesterol, Karbohidrat dan Pemanis, Sukrosa, Pemanis, Serat dan Natrium); dan Prinsip Perencanaan Makan Orang dengan Diabetes Mellitus di Indonesia (Kebutuhan Kalori, Gula, Standar Diet Diabetes Mellitus, Daftar Makanan Penukar).

Keberadaan artikel ini menjadi sangat penting, mengingat saat ini DM tidak hanya menimpa orang berusia di atas 40 tahun saja, bahkan anak-anak sekalipun. Dalam dua tahun terakhir, di Indonesia jumlah anak-anak yang terkena DM meningkat sampai 500 persen. Di tahun 2009 anak yang menderita diabetes tidak sampai 150 anak. Sekarang data terakhir sudah hampir 800 anak yang menderita diabetes, demikian diungkapkan Dr. Aman Pulungan, Sp.A (K), Ketua UKK Endokrinologi IDAI (dalam detikHelath, 29 Mei 2012).

Di sisi lainnya, ternyata sekitar delapan juta penduduk Indonesia mengidap DM. Hal yang mencengangkan ternyata lebih dari 84 persen tidak menyadarinya. Hal itu diungkapkan Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, DR. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes (dalam Republika Online, 10 Agustus 2012).

Ya, penderita DM harus memperoleh asupan gizi yang sesuai, artikel Drh Iswani M.Kes ini diharapkan menjadi salah satu pegangan bagi penderita DM dan pendampingnya. (Atep Afia –  MG 0113 – 013/Sumber : Repository.usu.ac.id)     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar