Jenis Publikasi : Artikel Online
Penerbit : UNY
MakanGizi.com - Tempe adalah makanan khas Bangsa
Indonesia, penggemarnya tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan di manca Negara.
Tempe adalah produk bioteknologi yang sudah dihasilkan nenek moyang sejak ratusan tahun yang lalu. Selain menjadi sumber gizi yang baik, keberadaan tempe pun menjadi bahan kajian yang sangat menarik. Dengan penelitian tempe telah banyak menghasilkan sarjana, magister dan doktor yang tesrsebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tempe adalah produk bioteknologi yang sudah dihasilkan nenek moyang sejak ratusan tahun yang lalu. Selain menjadi sumber gizi yang baik, keberadaan tempe pun menjadi bahan kajian yang sangat menarik. Dengan penelitian tempe telah banyak menghasilkan sarjana, magister dan doktor yang tesrsebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam artikelnya, Dewi Yuanita Lestari, SSi., MSc. Menjelaskan,
bahwa tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji
kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus,
seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer
(kapang
roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum
dikenal sebagai "ragi tempe".
Selanjutnya dijelaskan,
kandungan tempe meliputi asam lemak, vitamin, mineral dan antioksidan. Tempe
merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe
antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat
(niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin). Berbagai jenis
vitamin B tersebut memiliki peran yang spesifik dalam system metabolism tubuh.
Ternyata tempe juga
mengandung zat antioksidan jenis isoflavon. Sebagaimana vitamin C, E, dan
karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi
pembentukan radikal bebas. Karena kandungan antioksidannya yang cukup tinggi,
maka tempa secara tidak langsung dapat berperan dalam mencegah penuaan dini.
Jadi kalau mau berpenampilan awet muda konsumsi tempe setiap hari.
Selain itu karena
kandungan gizi yang begitu bervariasi, maka rajin mengkonsumsi tempe akan
menjauhkan dari timbulnya gangguan anemia dan osteoporosis. Tempe sebagai anti
anemia karena kandungan mineral, vitamin 12 dan zat besi dalam tempe, yang dapat
berperan dalam pemebentukan sel darah merah. Sedangkan sebagai anti
osteoporosis karena kadar kalsium dalam tempe cukup tinggi.
Beragam khasiat tempe
lainnya ialah sebagai anti infeksi, karena tempe mengandung senyawa anti
bakteri (sejenis antibiotika); Menurunkan kadar kolesterol jahat; Anti kanker;
Mencegah kekurangan dan kelebihan gizi; Mencegah timbulnya hipertensi, dan
sebagainya. Ya, tempe penampilannya begitu sederhana, meskipun sebenarnya
merupakan salah satu produk bioteknologi pangan, ternyata mengandung gizi yang
lengkap dan khasiat yang beragam. (Atep Afia – PG 0113 – 015/Sumber:
Uny.ac.id).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar