Sabtu, 02 Februari 2013

Bijak dalam Mengkonsumsi Gula

MakanGizi.com  - Gula itu begitu manis, sebagian besar orang menyukainya, sehingga asupannya menjadi berlebih. Tanpa disadari kandungan gula dalam darah pun meningkat. Gula berlebih menimbulkan kerawanan terhadap munculnya penyakit tertentu, yang paling terkenal ialah diabetes.

Ternyata kadar gula yang berlebih di dalam  tubuh, sangat berisiko terhadap peningkatan pengeluaran kalsimum (Ca) melalui buang air kecil (urine). Selain itu kelebihan gula juga sangat identic dengan karies gigi, diabetes, gangguan jantung dan sebagainya.  

Nancy Appleton, Ph.D. seorang konsultan gizi di New York, dalam bukunya “Lick The Sugar Habit” menyebutkan, bahwa konsekuensi dari kelebihan gula dapat memicu timbulnya sederet penyakit, mulai dari hipoglikemia, diabetes, sembelit, artristis, asma, sakit kepala, psoriasis (sejenis penyakit kulit), kanker, penyakit jantung, osteoporosis, candida albicans (sejenis jamur yang bisa tumbuh di saluran lambung, saluran kelamin dan sistem peredaran darah), kerusakan gigi, sariawan, dan sebagainya.  

Asupan gula yang terlalu banyak, antara lain berdampak pada frekuensi buang air kecil yang meningkat, sebagai efeknya ialah cadangan mineral tubuh menjadi banyak yang terbuang bersama urine. Padahal keberadaan mineral tersebut sangat diperlukan, untuk membantu kelancaran beragam proses metabolisme di dalam tubuh. Mengkonsumsi gula yang berlebih juga akan terus memacu pengeluaran hormone insulin.

Lantas, berapa batas aman untuk konsumsi gula dalam satu hari ? Dalam hal ini belum ada kesepakatan, sebagai contih Circulation Journals mengacu pada hasil penelitian tahun 2009, menyebutkan, bahwa konsumi gula dikatakan aman jika tidak melebihi  tidak melebihi 150 kalori per hari. Sedangkan Asosiasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA), mengungkapkan bahwa asupan gula untuk  wanita, sebaiknya tidak melebihi 100 kalori per hari (enam sendok teh atau 25 gram). Untuk laki-laki maksimal 150 kalori gula per hari ( sembilan sendok the atau 37,5 gram). Sebagai pembanding, satu sachet kopi susu biasanya mengandung 20 gram.

Sementara Journal of American Medical Association menyebutkan, bahwa asupan gula yang tinggi berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol baik  )HDL). Di sisi lainnya ternyata dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah (trigliserida). Temuan lainnya ternyata banyak mengonsumsi makanan dengan  kadar gula tinggi, berperan nyata terhadap penurunan sistem kekebalan tubuh. Tak heran jika beragam mikroorganisme seperti jamur, bakteri dan virus tertentu dengan mudah menginfeksi dan menginvasi sel tubuh para pencinta dan pecandu gula.

Berhati-hatilah dengan kelompok mamin yang manis seperti soft drink, permen, kue, cookies, pie, minuman sari buah, kopi susu, susu jahe, susu coklat, dan sebagainya. Bagaimanapun sebagian besar penyakit yang hinggap adalah disebabkan oleh nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Ternyata sebagian nutrisi tersebut masuk dalam jumlah berlebih atau memang nutrisinya sejak awal tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dengan demikian, bijaksanalah dalam mengkonsumsi gula. (Atep Afia – MG 0213 – 002/ Dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar