MakanGizi.com -
Gula itu begitu manis, sebagian besar orang menyukainya, sehingga asupannya
menjadi berlebih. Tanpa disadari kandungan gula dalam darah pun meningkat. Gula
berlebih menimbulkan kerawanan terhadap munculnya penyakit tertentu, yang
paling terkenal ialah diabetes.
Ternyata
kadar gula yang berlebih di dalam tubuh,
sangat berisiko terhadap peningkatan pengeluaran kalsimum (Ca) melalui buang
air kecil (urine). Selain itu kelebihan gula juga sangat identic dengan karies
gigi, diabetes, gangguan jantung dan sebagainya.
Nancy
Appleton, Ph.D. seorang konsultan gizi di New York, dalam bukunya “Lick The
Sugar Habit” menyebutkan, bahwa konsekuensi dari kelebihan gula dapat memicu
timbulnya sederet penyakit, mulai dari hipoglikemia, diabetes, sembelit, artristis,
asma, sakit kepala, psoriasis (sejenis penyakit kulit), kanker, penyakit
jantung, osteoporosis, candida albicans (sejenis jamur yang bisa tumbuh di
saluran lambung, saluran kelamin dan sistem peredaran darah), kerusakan gigi,
sariawan, dan sebagainya.
Asupan
gula yang terlalu banyak, antara lain berdampak pada frekuensi buang air kecil
yang meningkat, sebagai efeknya ialah cadangan mineral tubuh menjadi banyak
yang terbuang bersama urine. Padahal keberadaan mineral tersebut sangat
diperlukan, untuk membantu kelancaran beragam proses metabolisme di dalam
tubuh. Mengkonsumsi gula yang berlebih juga akan terus memacu pengeluaran hormone
insulin.
Lantas,
berapa batas aman untuk konsumsi gula dalam satu hari ? Dalam hal ini belum ada
kesepakatan, sebagai contih Circulation Journals mengacu pada hasil penelitian
tahun 2009, menyebutkan, bahwa konsumi gula dikatakan aman jika tidak melebihi tidak melebihi 150 kalori per hari. Sedangkan Asosiasi
Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA), mengungkapkan bahwa asupan gula untuk wanita, sebaiknya tidak melebihi 100 kalori
per hari (enam sendok teh atau 25 gram). Untuk laki-laki maksimal 150 kalori
gula per hari ( sembilan sendok the atau 37,5 gram). Sebagai pembanding, satu
sachet kopi susu biasanya mengandung 20 gram.
Sementara
Journal of American Medical Association menyebutkan, bahwa asupan gula yang
tinggi berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol baik )HDL). Di sisi lainnya ternyata dapat
meningkatkan kadar lemak dalam darah (trigliserida). Temuan lainnya ternyata banyak
mengonsumsi makanan dengan kadar gula
tinggi, berperan nyata terhadap penurunan sistem kekebalan tubuh. Tak heran
jika beragam mikroorganisme seperti jamur, bakteri dan virus tertentu dengan
mudah menginfeksi dan menginvasi sel tubuh para pencinta dan pecandu gula.
Berhati-hatilah
dengan kelompok mamin yang manis seperti soft drink, permen, kue, cookies, pie,
minuman sari buah, kopi susu, susu jahe, susu coklat, dan sebagainya. Bagaimanapun
sebagian besar penyakit yang hinggap adalah disebabkan oleh nutrisi yang masuk
ke dalam tubuh. Ternyata sebagian nutrisi tersebut masuk dalam jumlah berlebih
atau memang nutrisinya sejak awal tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dengan
demikian, bijaksanalah dalam mengkonsumsi gula. (Atep Afia – MG 0213 – 002/ Dari
berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar