MakanGizi.com - Tiba-tiba seseorang tubuhnya terasa
lemah dan tidak bertenaga. Seakan dihinggapi letih, lemah, lesu, lemot dan
lunglay. Sama sekali kehilangan energi secara mendadak, entah tersedot kemana
energinya itu.
Bisa juga tiba-tiba merasa pusing tujuh keliling, keseimbangan
seperti lenyap dan tubuh mau ambruk. Namun karena sederhananya pemahaman
mengenai kesehatan, maka dirinya dan orang sekitar sepakat menyebutnya masuk angin.
Dikatakan juga kurang tidur dan kelelahan karena terlalu lama bekerja atau
banyak urusan. Sesederhana itukah ?
Ternyata
beberapa gejala awal stroke dirasakan banyak orang, namun lebih cenderung
mengabaikannya. Padahal dalam kondisi yang demikian perlu segera berkonsultasi
dengan dokter atau memeriksakan diri di Rumah Sakit. Lebih awal dikenali dan
disikapi, maka tindakan medis akan menjadi lebih efektif dan efisien, tentu
dengan biaya yang lebih terjangkau. Kebanyakan penderita stroke baru berurusan
dengan medis setelah kondisinya mulai parah.
Lantas,
apakah stroke itu ? Bagaimana penjelasan terperincinya ? Sehingga menjadi
pengetahuan yang menimbulkan pemahaman supaya lebih waspada. Ternyata stroke
berkaitan dengan kerusakan otak. Apa penyebabnya ? Ternyata pembuluh darah otak mengalami penyumbatan.
Bagaimana jadinya jika selang air tersumbat, tentu akan mengalami tekanan
hebat, bahkan selang bisa pecah. Dengan demikian stroke juga bisa
disebabkan oleh pembuluh darah di otak
yang pecah.
Jika
pembuluh darah tersumbat atau pecah, maka aliran darah yang mengangkut oksigen
dan nutrisi (glukosa, asam lemak, asam
amino, vitamin dan mineral) menuju otak menjadi terganggu, bahkan terhenti.
Dalam
hal ini sekitar 85 persen stroke
disebabkan oleh sumbatan dan penyempitan, dan sekitar 15 persen karena pecah
pembulu darah atau perdarahan. Dalam hal
ini stroke merupakan gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang
diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari
itu. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak). Hal yang
spesifik terjadi di otak ditandai dengan kematian jaringan otak (infark
serebral), hal itu karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.
Menurut
catatan World Health
Organization (WHO), bahwa gejala yang paling umum dari stroke ialah tiba-tiba
merasa lemah; mati rasa pada lengan,
wajah atau kaki, lebih sering pada satu sisi tubuh; sering mengalami
kebingungan; menjadi sulir berbicara
atau memahami pembicaraan; menjadi sulit melihat dengan satu atau kedua mata; menjadi
sulit berjalan; sering mengalami pusing; kehilangan keseimbangan atau
koordinasi; sakit kepala parah dengan tidak diketahui penyebabnya; bahkan pingsan atau tidak sadarkan diri.
Seberapa
besar dampak atau efek yang ditimbulkan dari kemunculan stroke tergantung pada
bagian mana dari otak yang cedera dan bagaimana pengaruh tingkat keparahannya. Kejadian
stroke yang begitu parah dapat mengakibatkan kematian mendadak.
Oleh
sebab itu, waspadalah sebelum terlambat. Korban sudah banyak yang berjatuhan,
sebagian karena sikap mengabaikan kondisi dan kesehatan tubuhnya.
(Atep Afia – MG
0213 – 04/ Dari berbagai sumber).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar